RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Sebanyak sembilan seniman asal Belanda meramaikan Art Exhibition dengan tajuk Timelapse the Netherlands – Indonesia di Limanjawi Art House Magelang.
Pameran seni ini akan dibuka pada 4 Juli besok, dan berlangsung hingga 17 Juli mendatang. Tidak hanya seniman dari Negeri Kincir Angin, pameran juga akan diikuti 15 seniman dari Indonesia.
Mereka tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga merayakan sejarah, merawat ingatan, dan merajut diplomasi budaya dua bangsa.
Karya-karya yang ditampilkan lahir dari interpretasi personal para seniman terhadap Candi Borobudur, baik melalui kunjungan langsung maupun riset mendalam.
Ada lukisan, instalasi, fotografi, hingga karya media campuran.
Pemilik Limanjawi Art House sekaligus seniman yang akan ikut serta dalam pameran tersebut Umar Chusaeni mengatakan, kolaborasi ini berangkat dari satu titik sejarah penting.
Yakni, pemugaran Candi Borobudur tahap pertama pada 1907–1911 yang dipimpin oleh insinyur Belanda, Theodoor van Erp.

Sebanyak sembilan seniman asal Belanda meramaikan Art Exhibition dengan tajuk Timelapse the Netherlands – Indonesia di Limanjawi Art House Magelang. (ROFIK SYARIF GP/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Menurutnya, Borobudur tidak akan semegah sekarang bila tidak melalui proses restorasi awal yang dilakukan Van Erp.
“Pameran tersebut untuk memperingati 114 tahun restorasi Candi Borobudur. Ini catatan sejarah yang tidak boleh dilupakan,†jelas Umar pada konferensi pers jelang pembukaan Timelapse the Netherlands – Indonesia, Rabu (2/7/2025).
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:48
00:56
Umar menyampaikan, total ada 55 karya seni.
Terdiri atas hasil karya patung, lukisan, instalasi, fotografi, hingga karya media campuran dan semuanya ini terinspirasi dari Candi Borobudur.
Pameran ini juga akan menghadirkan kontribusi istimewa dari cucu Van Erp, yakni Guus van Erp.
Meski tidak hadir secara fisik, tapi dia menulis catatan tentang hubungan kakeknya dengan Borobudur sebagai bagian dari dokumentasi pameran
Sumber